Naradaily-Polda Metro Jaya memastikan lalu lintas kendaraan di sejumlah kawasan Jakarta kembali normal setelah terjadi aksi sekelompok massa di sekitar Senayan, Slipi, hingga Pejompongan. Kondisi lalu lintas telah kembali normal baik di jalur arteri maupun jalan tol pada Jumat (28/8/2026) pagi.
Kepolisian menyebut aktivitas kendaraan sudah dapat berjalan seperti biasa setelah sebelumnya terdampak rangkaian aksi massa. “Alhamdulillah pagi ini situasi lalin (lalu lintas) sudah berjalan normal baik tol maupun arteri,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Firman Dirmansyah saat dikonfirmasi, hari ini.
Meski kondisi lalu lintas telah normal, kepolisian tetap melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan adanya aksi susulan di sejumlah titik. Firman mengatakan, Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi apabila kembali terjadi peningkatan aktivitas massa.
Namun, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Polisi akan melihat terlebih dahulu perkembangan serta dinamika yang terjadi di lapangan.
“Betul sekali (rekayasa lalu lintas disiapkan),” jelas Firman. Dengan demikian, kondisi lalu lintas saat ini tetap berjalan normal, sementara kepolisian menyiapkan langkah pengaturan apabila situasi di lapangan membutuhkan penerapan rekayasa lalu lintas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengantisipasi dampak apabila terjadi kembali aktivitas massa di kawasan yang sebelumnya terdampak. Sebelumnya, Polda Metro Jaya menjelaskan mengenai aksi perusakan dan pembakaran yang terjadi di sekitar kawasan Senayan, Jakarta.
Aksi tersebut berlangsung sejak kemarin hingga tadi pagi. Polisi menyebut aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh kelompok yang disebut sebagai perusuh atau pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan situasi di lokasi mengalami peningkatan eskalasi pada Kamis sore menjelang malam. Menurut Budi, sebagian massa yang berada di lokasi saat itu bukan lagi kelompok yang menyampaikan aspirasi.
Massa tersebut justru melakukan tindakan kericuhan dengan mencoba membakar serta mendorong pagar utama gedung MPR/DPR/DPD. “Itu adalah ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas,” ujar Budi Hermanto kepada wartawan.
Pantauan di lokasi sekira pukul 09.30 WIB, sejumlah prajurit dari pasukan khusus Korpasgat TNI AU masih berjaga tepatnya di sekitar Menara BNI, kolong flyover Slipi, dan area sekitar Jalan Tentara Pelajar mengarah Senayan maupun Tanah Abang. Selain prajurit dari Korpasgat TNI AU, tampak juga beberapa petugas berseragam Polisi Militer (POM) dan personel TNI AD dari jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang masih berjaga di area tersebut.
Sementara untuk kondisi di lokasi terlihat beberapa petugas dari PPSU sedang membersihkan sisa puing batu dan coretan sisa kerusuhan tadi malam. Lalu, untuk arus lalu lintas sudah kembali normal dan tidak tampak massa aksi di lokasi.
Sedangkan untuk kondisi pos polisi persimpangan Slipi yang sempat menjadi sasaran amukan berujung dibakar massa, saat ini telah ditutup kain putih oleh petugas dalam rangka perbaikan. (sic)