Naradaily-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meminta pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan ke depan menempatkan kerangka perlindungan anak sebagai pedoman utama.

“Ke depannya kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi, maka dari itu kita harus lebih berhati-hati lagi, karena sebetulnya anak berhak mendapat tempat pendidikan yang aman dan nyaman. Peristiwa ini menjadi catatan penting untuk kita semua,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Kementerian PPPA akan terus memantau serta berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), Dinas Sosial, dan lembaga terkait di Provinsi Jawa Timur. Langkah ini untuk memastikan pemenuhan hak-hak para santri, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis, pemenuhan kebutuhan spesifik, serta keberlanjutan hak anak atas pendidikan setelah kejadian.

Menteri Arifah Fauzi juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan dari Polres Sidoarjo, BNPB, Basarnas, TNI, relawan, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terus berupaya maksimal dalam evakuasi, penanganan korban, dan pemulihan pasca peristiwa.

“Saya melihat semua petugas dari berbagai kalangan saling bahu-membahu, ini membuktikan bahwa kita merupakan satu keluarga yang saling menguatkan dan saling mendukung,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat siang, jumlah korban yang berhasil ditemukan mencapai 111 orang dengan rincian 13 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 89 orang sudah diperbolehkan pulang, 9 orang meninggal dunia, dan 54 orang masih dalam pencarian. (kom)