Naradaily-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung siap gelontorkan dana sekitar Rp249 miliar untuk empat sekolah paling parah kerusakannya. Pramono berencana memulai rehabilitasi empat sekolah tersebut tahun ini.

Ia memutuskan pembangunan beberapa sekolah yang rusak di Jakarta akan dimulai pada September 2026. “Berkaitan dengan sekolah-sekolah rusak, termasuk SD Negeri (Kebayoran Lama Selatan) 09, 11 dan sebagainya, sudah saya putuskan untuk pembangunannya dimulai bulan depan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, dikutip Kamis (20/8/2026).

Terkait anggaran pembangunan, kata dia, sebagian mengambil dana dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB). “Bahkan, anggaran untuk penanganan sekolah rusak lebih besar dari pada apa yang diusulkan,” ujar Pramono.

Sementara itu, data Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencatat 22 sekolah yang telah memperoleh rekomendasi teknis untuk dilakukan rehabilitasi total. Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh sekolah telah mendapat alokasi pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026-2027, sedangkan empat sekolah dengan kondisi paling kritis akan dipercepat penanganannya pada tahun ini.

Percepatan penanganan itu dilakukan untuk memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk menangani empat sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp249 miliar.

Anggaran itu mencakup pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi konstruksi, serta jasa sewa angkut dan gudang. Pendanaan akan dioptimalkan melalui APBD Perubahan serta sumber non-APBD, seperti kewajiban kompensasi atas pelampauan nilai KLB, RSM/S, dan sumber lain yang sesuai dengan ketentuan.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Inventarisasi Kondisi Kerusakan Gedung Sekolah yang melibatkan perangkat daerah terkait. Tim tersebut diberikan waktu selama satu bulan untuk memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah di Jakarta sekaligus memverifikasi status tanah dan bangunannya.

Hasil inventarisasi itu akan menjadi dasar penetapan prioritas penanganan, baik melalui rehabilitasi, pembangunan kembali, pembelian lahan, relokasi, maupun langkah penyelesaian lain, sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan direnovasi paling lambat pada 2029.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut anggarannya sudah diminta ke Kemenkeu. “Anggarannya masih kita mintakan kepada Kementerian Keuangan untuk ada penambahan anggaran di tahun 2027,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Meski begitu, Mu’ti menyebut untuk 2027 tengah diupayakan agar bisa dianggarkan. Wilayah sekolah yang akan direnovasi sendiri akan mencakup seluruh Indonesia. “Tapi yang 2025, 2026 yang sudah sama Pak Presiden insyaallah sudah bisa selesai, sehingga nanti tahun 2027, kita usahakan untuk dapat bisa dianggarkan untuk dari 2027, 100 ribu satuan pendidikan ya, mudah-mudahan. Tapi ini masih kita usulkan kembali kepada Menteri Keuangan,” ucapnya. (sic)