Naradaily-Polda Metro Jaya melarang penggunaan knalpot brong oleh masyarakat saat merayakan malam pergantian tahun. “Penggunaan knalpot brong disamping melanggar UU (Undang-Undang), juga menimbulkan dampak sosial,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, (30/12/2025).

Ojo menjelaskan bahwa suara bising dari knalpot brong kerap memicu kerusuhan dan menciptakan kekacauan sosial di tengah masyarakat yang merasa terganggu. “Untuk itu, kami imbau tidak menggunakan knalpot brong,” ujarnya. Ia juga meminta warga merayakan pergantian tahun dengan sederhana. “Sebagai bentuk empati kepada saudara kita yang terkena musibah di pulau Sumatera,” tambahnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga mengimbau pengelola hotel dan mal untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam tahun baru. “Ini juga sudah disampaikan kepada beberapa mal, beberapa hotel yang sudah launching awalnya untuk melakukan perhelatan pergantian malam tahun baru dengan menggunakan kembang api, ini sudah mengeluarkan pernyataan untuk tidak menggunakan kembang api di malam itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Jakarta pada 24 Desember 2025.

Budi menjelaskan bahwa larangan pesta kembang api telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui peraturan gubernur. Ia menegaskan bahwa pihaknya turut prihatin atas musibah yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Kami sama-sama mengimbau kepada seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk melaksanakan perhelatan malam tahun baru dengan tidak menggunakan kembang api dan petasan,” katanya.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyiagakan 106 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta, termasuk bandara, terminal bus, dan stasiun kereta api. Pengamanan juga dilakukan melalui patroli gabungan. “Termasuk, melibatkan organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan organisasi keagamaan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi saudara-saudara kita yang merayakan Natal 2025,” ungkap Budi. (kom)