Naradaily-Kepolisian tengah menelusuri dugaan teror bom yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/6/2026).
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan bersama Tim Gegana dan Densus 88 terkait laporan tersebut. “Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88 tapi masih disisir,” kata Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, laporan mengenai dugaan teror bom diterima polisi sekitar pukul 07.30 WIB. Pada saat itu, para siswa dan guru sedang mengikuti upacara hari pertama MPLS di lingkungan sekolah.
Menurut Nurma, informasi terkait ancaman tersebut lebih dahulu beredar di kalangan guru melalui pesan WhatsApp. Setelah mengetahui informasi tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk segera melaporkannya kepada aparat kepolisian.
“Laporannya 07.30 WIB tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru liat WA-nya kita langsung datang semuanya camat, lurah,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian bersama unsur pemerintah setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan.
Nurma menambahkan bahwa seluruh guru dan siswa telah dievakuasi keluar dari area sekolah guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses penyisiran berlangsung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat tiga personel Brimob berjaga di dalam area sekolah dengan membawa senjata api. Selain itu, dua unit kendaraan Tim Gegana juga berada di lokasi untuk mendukung proses sterilisasi dan penyisiran.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dugaan teror tersebut untuk memastikan kondisi sekolah benar-benar aman sebelum aktivitas belajar kembali berlangsung. (kom)