Naradaily-Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya pemerataan distribusi dan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk mempercepat pemulihan antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Bali.

“Ketersediaan beberapa jenis BBM masih perlu dipastikan kembali secara merata,” kata Natalius Pigai di Denpasar, Bali, Minggu.

Pigai bersama jajaran Kementerian HAM Wilayah Kerja Bali melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi antrean BBM di sejumlah titik di Denpasar dan Badung sejak Jumat (16/10).

Berdasarkan hasil pemantauan pada Sabtu (17/10), antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Denpasar, terpantau tidak lagi mengular seperti hari sebelumnya. Bahkan, pelayanan di salah satu SPBU di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, terlihat relatif normal.

Pada Sabtu (17/10), pemerintah mulai menerapkan kebijakan ganjil genap berdasarkan nomor kendaraan bermotor untuk pembelian BBM jenis Pertalite. Perubahan kondisi antrean tersebut, menurut Pigai, menunjukkan adanya perbaikan dalam penanganan antrean di sejumlah lokasi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM masih perlu mendapat perhatian. Pasalnya, dari sejumlah SPBU yang dipantau, Pertalite masih tersedia, sedangkan Pertamax belum tersedia di beberapa lokasi.

Selain itu, pembelian Pertalite masih dibatasi maksimal tiga liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.

“Dengan demikian, meskipun antrean mulai terkendali, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pilihan BBM di sejumlah lokasi,” ucapnya.

Pigai menegaskan, penanganan persoalan distribusi dan stok BBM harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kelancaran distribusi serta kepastian pasokan menjadi faktor penting agar masyarakat tidak terus terbebani antrean panjang yang dapat mengganggu pekerjaan, usaha, maupun aktivitas sehari-hari.

“Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang. Pemerintah tentu hadir dan terus melakukan upaya penanganan agar ketersediaan BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ucapnya.

Sementara itu, pada hari kedua penerapan kebijakan ganjil genap, Minggu (18/10), antrean pembelian BBM masih terjadi pada siang hari di sejumlah SPBU. Antrean tersebut terpantau di SPBU By Pass Dharma Giri, Kota Gianyar, kawasan Samplangan, Gianyar, serta sejumlah titik di Karangasem, Singaraja, dan Tabanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun antrean di beberapa wilayah mulai terkendali, pemerataan distribusi dan ketersediaan berbagai jenis BBM masih menjadi pekerjaan penting untuk memulihkan pelayanan SPBU di Bali secara menyeluruh.