Naradaily-Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis untuk meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang. Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan yang diterima, Kamis, mengatakan renovasi tahap pertama dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

“Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, sebagaimana dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914,” ujarnya.

Sebagai bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi melibatkan ahli cagar budaya guna menjaga keaslian nilai historis bangunan. Seluruh pekerjaan juga dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Prasetyo menjelaskan, cakupan renovasi tahap pertama meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, hingga peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air dan banjir saat musim hujan.

“Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan,” katanya.

Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh perjalanan kereta api penumpang yang melintas di Kota Semarang. Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatat lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang, sehingga menempati peringkat keempat sebagai stasiun tersibuk di Indonesia. Selain itu, tingkat ketepatan waktu keberangkatan (On Time Performance/OTP) mencapai 99,45 persen.

Di samping memiliki peran penting dalam operasional transportasi, Stasiun Semarang Tawang juga menyimpan nilai sejarah nasional. Bangunan ini pernah menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta menjadi lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.

Prasetyo menegaskan, kehadiran Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian bangunan bersejarah sekaligus mendorong peningkatan pelayanan transportasi publik.

“Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (kom)