Naradaily-Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional. Dalam 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis disebut telah berhasil diraih.
Dalam keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Prabowo menyampaikan salah satu capaian penting pemerintah adalah keberhasilan mewujudkan swasembada beberapa komoditas pangan.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” kata Prabowo saat menyaksikan panen raya udang di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (24/5/2026).
Menurut Presiden, capaian tersebut sangat penting di tengah kondisi global yang dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Karena itu, Indonesia dinilai harus terus memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.
“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tetapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” katanya.
Selain memperkuat ketahanan pangan dan pertahanan, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia menegaskan kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” ucap Presiden.
Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026 terkait besarnya potensi kekayaan Indonesia yang masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara.
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tetapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya, dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” ucap Presiden.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut dilakukan agar hasil kekayaan bangsa benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.
Prabowo menilai kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, serta penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera. (kom)