Naradaily-Komunikasi menjadi hal penting saat bencana. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama operator seluler kini tengah memperbaiki infrastruktur komunikasi yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), pemerintah kembali mengirimkan bantuan berupa 100 Starlink.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah mengirimkan bantuan tersebut ke wilayah bencana pada Jumat, 28 November dari bandara Halim Perdana Kusuma. Perangkat starlink ini menjadi sangat penting, mengingat banjir dan longsor mengakibatkan layanan telekomunikasi di sekitar wilayah-wilayah yang terdampak mengalami gangguan.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Komdigi, gangguan layanan telekomunikasi yang disebabkan oleh banjir telah berdampak pada matinya 16 site atau 0,43 persen dari total 3.739 site eksisting di Provinsi Sumatera Barat. Sedangkan di Sumatera Utara, gangguan layanan telekomunikasi yang disebabkan oleh banjir telah berdampak pada matinya 495 site atau sekitar 5,15 persen dari total 9.612 site eksisting.
Sementara di Aceh, Komdigi melaporkan setidaknya gangguan layanan telekomunikasi yang disebabkan oleh banjir telah berdampak pada matinya 799 site atau sekitar 23,40 persen dari total 3.414 site eksisting. Site yang terdampak dan mengalami gangguan (down) disebabkan oleh terputusnya aliran listrik dari PLN dan gangguan transmisi.
Saat ini, operator seluler sedang berupaya untuk memulihkan site yang terdampak akibat terputusnya aliran listrik dari PLN dengan menggunakan genset sebagai catu daya alternatif sampai aliran listrik kembali normal. Operator seluler juga telah berupaya untuk memulihkan site yang down akibat gangguan transmisi dengan melakukan routing ke beberapa titik yang masih dapat terlayani dan saat ini masih dilakukan verifikasi untuk pengecekan lebih lanjut.
Sementara itu, Komdigi melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital terus melakukan pemantauan kualitas layanan telekomunikasi pasca terjadinya banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. (sic)