Naradaily-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) agar segera menurunkan hujan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Shalat meminta hujan itu diikuti ribuan umat di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa.
Shalat Istisqa tersebut diikuti Gubernur Kalsel Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, tokoh masyarakat, serta warga. Kegiatan itu menjadi ikhtiar bersama menghadapi kondisi cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan Shalat Istisqa menjadi ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di Kalsel, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering dan memiliki potensi karhutla cukup tinggi.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kami mengharapkan dengan Shalat Istisqa ini Allah menurunkan hujan di Kalsel,” ucapnya.
Muhidin mengatakan hujan sangat diharapkan segera turun karena kemarau dan cuaca panas dapat meningkatkan potensi karhutla. Konsentrasi titik panas dan kejadian karhutla juga tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Tapin, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.
Di Kota Banjarbaru, sejumlah kawasan menjadi prioritas penanganan, khususnya Guntung Damar, Pengayuan, hingga kawasan hutan lindung di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Muhidin mengapresiasi personel dan relawan yang terus bekerja menangani karhutla. Mereka setiap hari melakukan pemadaman di lokasi kebakaran dengan menghadapi kondisi lapangan yang dipengaruhi cuaca panas dan kering.
“Semoga setelah Shalat Istisqa ini beberapa hari ke depan Allah menurunkan hujan. Kita semua berharap hujan segera turun secara merata di berbagai wilayah Kalsel, khususnya daerah dengan konsentrasi titik panas terbanyak. Kita juga bersyukur sebelumnya Kabupaten Balangan sempat diguyur hujan setelah Shalat Istisqa. Semoga daerah lain juga segera diturunkan hujan,” katanya.
Muhidin menjelaskan upaya modifikasi cuaca saat ini menghadapi kendala karena pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalsel relatif minim. Kondisi tersebut membuat operasi modifikasi cuaca sulit dilakukan karena tidak tersedia cukup awan yang dapat dimodifikasi untuk menghasilkan hujan.
“Karena saat ini modifikasi cuaca agak sulit dilakukan karena awannya tidak ada untuk dimodifikasi. Jadi, kami berharap mudah-mudahan dengan Shalat Istisqa ini Allah memberikan hujan di Kalsel,” ujar Gubernur Muhidin.
Pemprov Kalsel juga mengimbau pengurus masjid dan mushala di seluruh kabupaten/kota untuk melaksanakan Shalat Istisqa di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon hujan sekaligus menghadapi dampak kemarau yang dapat meningkatkan risiko karhutla di berbagai wilayah. (kom)