Naradaily-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Tanjung Saguk, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Api membakar area lahan sekitar 30 hektare sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Natuna Syawal mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga bernama Suhardi pada Minggu sekitar pukul 11.50 WIB. Meski api membakar lahan dalam area yang cukup luas, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran BP 9000 N menuju lokasi pada pukul 11.55 WIB,” katanya.
Setelah tiba di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Selain mengandalkan mobil pemadam kebakaran, petugas juga menggunakan cara manual untuk menjangkau dan mengendalikan titik-titik api di kawasan tersebut.
Syawal menjelaskan, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 12.35 WIB. Setelah berjibaku selama kurang lebih 5 jam 40 menit, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 18.15 WIB.
Setelah kondisi di lokasi dipastikan aman dan tidak lagi membahayakan, petugas kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke markas. Penanganan kebakaran tersebut melibatkan Regu Echo dari Disdamkarmat Natuna.
Dalam proses pemadaman, petugas juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Personel TNI Angkatan Laut, Babinsa TNI Angkatan Darat, Polri, pemerintah setempat, serta masyarakat sekitar turut membantu upaya penanganan kebakaran lahan di Tanjung Saguk.
Namun, proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah akses jalan menuju lokasi kebakaran yang cukup sulit. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel dan peralatan pemadam membutuhkan upaya lebih.
Syawal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat juga diminta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, termasuk membakar lahan secara sembarangan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat,” ujarnya.
Kebakaran lahan di Tanjung Saguk yang menghanguskan sekitar 30 hektare tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko karhutla. Pelaporan secara cepat dan penanganan bersama menjadi langkah penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar. (kom)