Naradaily-PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) mencatatkan keberhasilan dalam proyek East Coast Rail Link (ECRL) Feeder Station (FS) 10 di Malaysia di Gombak, Selangor. Pencapaian ini menjadi bagian dari rekam jejak PLN NPC dalam mengerjakan proyek infrastruktur ketenagalistrikan berskala internasional dengan tingkat kompleksitas teknis yang tinggi. Proyek ECRL FS 10 Gombak yang telah energized (berhasil melaksanakan commissioning) pada 29 Juni 2026 ini menjadi penutup dari rangkaian project ECRL di tiga lokasi lainnya.

Dalam pelaksanaannya, PLN NPC menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk kondisi dan ketersediaan lahan, koordinasi pekerjaan, serta dinamika rantai pasok material dan peralatan. Tantangan tersebut ditangani melalui koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak dengan tetap mengedepankan standar keselamatan, kualitas, dan persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

Ruang lingkup pekerjaan FS 10 mencakup pembangunan Switching Station 132 kV baru, saluran udara 132 kV double circuit dengan konfigurasi Line-In Line-Out (LILO) menuju switching station, serta pemasangan sekitar 0,5 kilometer kabel bawah tanah 132 kV menuju Feeder Station. Keberhasilan energized tersebut menjadi momentum bagi PLN NPC untuk memperkuat kapabilitas dan pengalaman dalam menangani proyek ketenagalistrikan internasional, sekaligus mendukung keandalan infrastruktur kelistrikan ECRL di Malaysia.

Konfigurasi LILO atau Line-In Line-Out secara sederhana merupakan metode menghubungkan saluran transmisi yang sudah ada dengan fasilitas baru, sehingga aliran listrik dapat masuk dan keluar melalui gardu yang dibangun. Sementara double circuit berarti terdapat dua sirkit atau rangkaian saluran listrik dalam satu jalur transmisi.

Dibandingkan FS 01, FS 02, dan FS 09, FS 10 Gombak memiliki karakteristik berbeda. FS 10 merupakan satu proyek yang mencakup pembangunan fasilitas transmisi baru, saluran udara 132 kV double circuit LILO, serta sekitar 0,5 km kabel bawah tanah. Sementara FS 01, FS 02, dan FS 09 merupakan tiga proyek terpisah di Kelantan, Terengganu, dan Pahang dengan fokus pada pemasangan kabel bawah tanah 132 kV sepanjang sekitar 0,7 km hingga 10 km serta pekerjaan perpanjangan bay kabel bawah tanah di PMU yang sudah ada.

Dalam pelaksanaannya, PLN NPC menghadapi tantangan teknis dan koordinasi. Salah satu kendala utama adalah akses menuju lokasi proyek. Curah hujan yang tinggi membuat jalan menuju area kerja berlumpur dan licin sehingga berdampak pada mobilisasi alat berat, pengiriman material, serta aktivitas konstruksi.

Kondisi geologi juga menjadi tantangan tersendiri. Area pembangunan Feeder Station FS 10 Gombak dipenuhi struktur batuan gunung yang membutuhkan proses cutting dan persiapan lahan dengan waktu serta metode kerja yang lebih intensif dibandingkan kondisi normal. Untuk mengatasinya, PT PLN NPC melakukan penyesuaian metode kerja dan pengaturan sumber daya agar pekerjaan tetap berjalan optimal.

Dengan dukungan dan koordinasi yang baik bersama Tenaga Switchgear Sdn Bhd (TSG) selaku pihak pemberi kerja, PT PLN NPC melakukan percepatan pekerjaan melalui penguatan sumber daya, peningkatan koordinasi, serta optimalisasi pelaksanaan konstruksi untuk memastikan pencapaian milestone penting proyek. Milestone merupakan tahapan atau target penting yang menjadi penanda kemajuan suatu proyek.

Salah satu keunggulan utama FS 10 adalah penggunaan Gas Insulated Switchgear (GIS). GIS merupakan teknologi gardu listrik yang menggunakan media isolasi gas sehingga membutuhkan area pembangunan yang jauh lebih kecil dibandingkan gardu konvensional berbasis Air Insulated Switchgear (AIS). Penggunaan GIS sangat sesuai diterapkan di kawasan Gombak yang memiliki keterbatasan lahan.

Teknologi tersebut mampu mengurangi kebutuhan ruang, meningkatkan keandalan sistem, serta memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap gangguan lingkungan seperti kelembapan, debu, dan polusi. Selain itu, FS 10 Gombak mendukung sistem elektrifikasi ECRL yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan tenaga listrik sebagai sumber energi kereta.

Direktur Utama PLN NPC Hendra Fitria menegaskan, keberhasilan menyelesaikan seluruh project ECRL di Malaysia semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk memperluas kiprah di pasar internasional. Menurutnya, PLN NPC akan terus mengedepankan keunggulan engineering, keselamatan kerja, dan kualitas dalam setiap project.

Staf PLN NPC yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah proyek infrastruktur ketenagalistrikan berskala internasional. (dok.PLN NPC)

“Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan standar kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” ujar Hendra Fitria, dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026). Secara keseluruhan, FS 10 Gombak menjadi penutup rangkaian empat proyek ECRL PLN NPC di Malaysia setelah FS 01, FS 02, dan FS 09 lebih dahulu diselesaikan.

Keberhasilan tersebut memperkuat jejak PLN NPC dalam penyediaan solusi EPC terintegrasi serta menjadi modal untuk memperluas ekspansi dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar internasional. (sic)