Naradaily-Kemlu RI mengkonfirmasi WNI yang menjadi korban tewas akibat kebakaran di kompleks permukiman Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong bertambah dua orang. Sehingga, total WNI yang menjadi korban tewas pada insiden Rabu (26/11/2025) lalu itu menjadi sembilan orang.
“Rilis data korban insiden kebakaran dari Hong Kong Police Force hingga hari ini, Minggu (30/11/2025) pukul 12.20 HKT jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah dua orang. Dan, korban luka-luka bertambah satu orang,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (2/12/2025)
“Dengan demikian, total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi sembilan orang. Dan korban luka-luka menjadi tiga orang,” imbuhnya.
Yvonne menambahkan, dari 140 WNI yang sebelumnya bekerja di sektor domestik di kawasan Wang Fuk Court, 94 di antaranya diketahui dalam kondisi selamat. “Kemudian, sembilan WNI meninggal dunia, satu orang di rawat di rumah sakit dan 36 lainnya keberadaannya masih belum diketahui,” ujarnya menjelaskan.
Pascakebakaran KJRI Hongkong juga telah mengirimkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi WNI atau PMI yang terdampak. Termasuk, menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko darurat di Tai Po Community untuk layanan identifikasi dan verifikasi bantuan kebutuhan dasar.
“Termasuk, fasilitasi dokumen perjalanan dan juga menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia untuk memastikan seluruh WNI terdata dan tertangani. Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia di Hongkong untuk terus mengikuti instruksi pihak berwenang terkait isu ini,” kata Jubir Kemlu RI.
“Otoritas Hong Kong saat ini masih melakukan penyelidikan dan telah menahan 11 tersangka dengan tuntutan pembunuhan. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia akan terus memonitor dan menyampaikan perkembangan lebih lanjut,” ujar Yvonne Mewengkang.
Dia juga mengonfirmasi, sebanyak 95 orang WNI selamat dari kebakaran. “Estimasi jumlah WNI tinggal di kompleks apartemen adalah 140 orang, sebanyak 95 selamat,” menurut pernyataan tertulis KJRI.
Sejauh ini, KJRI belum memberikan pembaruan data terkait jumlah WNI yang meninggal dunia dan terluka akibat kebakaran tersebut, serta menambahkan masih ada 35 WNI yang belum diketahui keberadaannya. (sic)