Naradaily-Pascainsiden kecelakaan pesawat Air Canada di landasan Bandara LaGuardia New York, pihak maskapai akhirnya memberikan keterangan resmi. Pihak maskapai menyampaikan kronologi pasti dalam insiden tersebut.

Melansir New York Times, Rabu (25/3/2026), pihaknya mengonfirmasi bahwa dua pilot mereka meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan pesawat Air Canada Express Mitsubishi CRJ900 di Bandara LaGuardia New York pada hari Minggu sekitar pukul 23.30 waktu setempat. Penerbangan AC8646, yang dioperasikan oleh maskapai Air Canada Express Jazz Aviation LP, tiba dari Montreal ketika insiden terjadi saat melakukan pendaratan.

Pesawat tersebut membawa 72 penumpang dan empat anggota awak. Kapten dan Perwira Pertama penerbangan tersebut meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

”Atas nama semua orang di Air Canada, saya ingin menyampaikan simpati mendalam kepada semua pihak yang terdampak, dan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan teman-teman dari dua pilot Jazz yang tragis kehilangan nyawa mereka. Kami tetap fokus pada kebutuhan penumpang kami dan anggota awak Jazz, bersama dengan keluarga dan orang-orang terkasih mereka,” ungkap Presiden dan CEO Air Canada Michael Rousseau.

Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kasih dan rasa syukur kepada anggota tim Air Canada dan petugas pertolongan pertama di lokasi, serta karyawan maskapai lain atas bantuan mereka. ”Kepada tim medis atas perawatan mereka untuk penumpang dan awak kami. Ini adalah masa yang sulit bagi semua orang, termasuk semua dari kami di Air Canada,” ucapnya dengan nada sedih.

Dari 76 orang yang berada di dalam pesawat, 39 orang dikirim ke rumah sakit di daerah tersebut dengan berbagai tingkat cedera. Sedangkan 35 orang lainnya tidak memerlukan perhatian medis segera dan dapat berangkat ke tujuan akhir mereka.

Terkini, enam orang masih dirawat di rumah sakit. Air Canada dan Jazz Aviation bekerja sama dengan Transportation Safety Board of Canada dan National Transportation Safety Board di Amerika Serikat dalam penyelidikan penyebab insiden tersebut.

Maskapai tersebut mengatakan tidak ada rincian lebih lanjut yang tersedia saat ini tetapi akan terus mengeluarkan pembaruan rutin seiring informasi tersedia.

Pramugari Selamat

Dari insiden tersebut, seorang pramugari dinyatakan selamat usai terlempar dari pesawat Air Canada yang bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, New York, Amerika Serikat. “Ini adalah keajaiban total,” kata Sarah Lepine, putri dari pramugari itu kepada stasiun berita Kanada TVA Nouvelles, seperti dikutip dari ABC7 News, Rabu (25/3/2026).

Dia mengatakan ibunya, Solange Tremblay, mengalami beberapa patah tulang di salah satu kakinya dan akan membutuhkan operasi tetapi secara keseluruhan baik-baik saja. Seorang ahli keselamatan penerbangan mengatakan dia kemungkinan terbantu karena berada di kursi dengan sabuk pengaman empat titik yang digunakan oleh awak kabin.

“Saya masih mencoba memahami bagaimana semua ini terjadi. Tetapi dia pasti memiliki malaikat pelindung yang mengawasinya,” imbuh Lepine.

Sementara itu, pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti juga menyebut selamatnya Tremblay sebagai sebuah keajaiban jika “dibandingkan dengan kerusakan pada bagian depan pesawat.” “Kursi pramugari itu semacam kursi lipat yang diikat ke dinding, dinding yang sama yang digunakan kokpit,” kata Guzzetti, mantan penyelidik kecelakaan federal.

“Itu kursi yang sangat kokoh. Kursi itu dirancang untuk menahan beban benturan yang mungkin lebih besar daripada kursi penumpang karena Anda membutuhkan pramugari untuk membantu penumpang keluar dari pesawat setelah kecelakaan,” ungkapnya. (sic)