Naradaily-Kasus penyakit flu di Amerika Serikat kini kian melonjak. Dilaporkan terdapat peningkatan jumlah rawat inap dan kematian akibat flu, yang menandakan puncak kasus influenza dipastikan belum terlewati.
Melonjaknya kasus flu terjadi seiring meluasnya penyebaran varian baru influenza A (H3N2) subclade K atau kerap disebut dengan super flu. Melansir CNN, Sabtu (10/1/2026), 40 ribu orang dilaporkan dirawat di rumah sakit karena flu pada pekan di periode 3 Januari oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Angkanya naik sekitar 10 persen dibandingkan 36.600 rawat inap pada pekan sebelumnya. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 12 pasien rawat inap akibat flu per 100 ribu penduduk di Amerika Serikat pekan lalu.
Kelompok lansia masih menjadi yang paling banyak dirawat di rumah sakit akibat flu. Namun, angka rawat inap anak-anak juga tergolong tinggi dan terdapat 17 anak yang meninggal dunia akibat flu.
“Setidaknya 17 anak meninggal dunia akibat flu pada musim ini,” kata CDC. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya, setelah dilaporkan delapan kematian baru.
Empat dari kematian anak akibat flu musim ini terjadi di Massachusetts. Secara keseluruhan, CDC memperkirakan pada musim flu ini telah terjadi setidaknya 15 juta orang jatuh sakit, 180 ribu rawat inap, dan 7.400 kematian akibat flu.
Aktivitas flu juga masih tetap tinggi di seluruh Amerika Serikat, dan CDC memperkirakan kondisi ini akan berlanjut selama beberapa pekan ke depan. Orang tua diimbau untuk segera memvaksinasi anak mereka yang berusia enam bulan ke atas untuk menurunkan risiko komplikasi berat.
Hal ini karena anak-anak sangat rentan, terutama yang di bawah usia dua tahun. “Orang tua juga harus segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami gejala flu disertai tanda-tanda penyakit yang lebih berat. Seperti kesulitan bernapas, berkurangnya buang air kecil, demam tinggi yang terus-menerus, atau menjadi sangat lemas dan sulit dibangunkan,” tuntas pernyataan itu. (sic)