Naradaily-Presiden Prabowo Subianto menanyakan ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang dikenal sebagai KDM (Kang Dedi Mulyadi) saat menyapa para kepala daerah dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di Gunung Putri, Jawa Barat, Kamis.
Saat mengetahui Gubernur Jawa Barat tidak hadir dalam acara yang digelar di wilayahnya sendiri, Prabowo secara spontan menanyakan keberadaan KDM kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.
“Ke mana KDM itu?” tanya Presiden Prabowo kepada Erwan Setiawan.
Prabowo kemudian melontarkan komentar bernada gurauan mengenai ketidakhadiran kepala daerah dari provinsi yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara kenegaraan tersebut.
“Yang paling deket nggak hadir, pasti sibuk,” ujar Prabowo.
Dalam sesi salam dan sambutan kepada para hadirin, Prabowo menyebutkan nama 14 gubernur atau wakil gubernur yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyapa para pimpinan daerah satu per satu sebelum menyampaikan pidato pada agenda Rakornas TPAKD.
Saat menyapa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Prabowo juga sempat berkelakar mengenai kemiripan nama belakang keduanya.
“Yang ada Bowo Bowo itu loh,” seloroh Presiden saat menyapa Pramono Anung.
Selain itu, Prabowo memberikan komentar bernada gurauan ketika menyebut nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Ia menyoroti antusiasme hadirin yang memberikan tepuk tangan saat nama Sherly disebut.
“Kalau Gubernur Maluku Utara selalu paling banyak tepukannya,” kata Prabowo.
Momen sapaan akrab Presiden kepada para pimpinan daerah tersebut berlangsung sebelum Prabowo menyampaikan pidato dalam Rakornas TPAKD.
Pada pengujung acara, Prabowo meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan. Pembentukan lembaga tersebut ditujukan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, terutama dari tingkat bawah.