Naradaily-Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan negaranya tidak akan pernah menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat di tengah munculnya pernyataan Presiden AS terkait kemungkinan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rodriguez kepada wartawan usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, Senin (11/5/2026).
“Hal itu sama sekali tidak mungkin dan tidak akan terjadi, karena rakyat Venezuela memiliki kecintaan terhadap proses kemerdekaan kami. Kami akan terus mempertahankan integritas, kedaulatan, dan kemerdekaan,” kata Rodriguez.
Komentar Rodriguez muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan Venezuela menjadi bagian dari AS.
Laporan Fox News menyebut Trump sedang mempertimbangkan menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Meski demikian, Rodriguez menegaskan hubungan diplomatik dan jalur kerja sama tetap menjadi fokus pemerintah Venezuela dengan Washington.
“Presiden Trump tahu kami sedang menjalankan agenda kerja sama diplomatik dan itulah jalur yang kami tempuh,” ujarnya.
Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan candaan soal Venezuela menjadi negara bagian AS saat memberikan ucapan selamat kepada tim nasional bisbol Venezuela usai mengalahkan Italia pada semifinal World Baseball Classic pada Maret lalu.
Trump kala itu mengaitkan kemenangan Venezuela dengan hubungan kerja sama antara Caracas dan Washington.
Hubungan diplomatik kedua negara mulai mengalami pemulihan setelah operasi militer AS di Caracas pada Januari lalu yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela sebelumnya, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores.
Trump juga diketahui pernah menyatakan keinginannya mengambil alih sumber daya minyak Venezuela yang selama ini dikenal sebagai salah satu cadangan minyak terbesar di dunia. (kom)