Naradaily-Sebanyak 14.324 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait disiagakan, Rabu (28/10/2026). Mereka dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi di sejumlah titik Jakarta Pusat.

“Jumlah personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait sebanyak 14.324 personel,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Akhmadi saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (28/10/2026).

Selain menyiagakan personel pengamanan, petugas juga menyiapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional di sejumlah kawasan yang menjadi lokasi aksi. Titik tersebut meliputi kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani.

Melalui akun Instagram resminya, TMC Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat mengenai potensi kepadatan lalu lintas akibat aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. “Sehubungan dengan adanya aksi penyampaian pendapat pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, di kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani, Jakarta Pusat, diperkirakan terjadi kepadatan lalu lintas dan rekayasa arus secara situasional,” tulis TMC Polda Metro Jaya, dikutip Rabu (28/10/2026).

Masyarakat diimbau menghindari kawasan tersebut selama aksi berlangsung dan menggunakan rute alternatif untuk mengantisipasi keterlambatan perjalanan. Pengendara juga diminta mengatur waktu keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Diketahui, aksi #IndonesiaSadar dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dengan membawa tajuk tuntutan Lima Perintah Rakyat atau Lapar. Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menyebut massa yang turun ke jalan diperkirakan mencapai 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat.

“Kami memperkirakan sekitar 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan memenuhi kawasan Bundaran HI mulai pukul dua siang esok,” kata Namora saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Aksi Demo Mahasiswa

Sebanyak 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB itu mengusung tema #IndonesiaSadar dengan membawa tuntutan bertajuk Lima Perintah Rakyat (LAPAR).

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, mengatakan jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 2.500 orang pada puncak demonstrasi. Massa terdiri atas mahasiswa dan elemen masyarakat.

“Kami memperkirakan sekitar 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan memenuhi kawasan Bundaran HI mulai pukul dua siang esok. Aksi #IndonesiaSadar ini membawa Lima Perintah Rakyat atau LAPAR sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas serangkaian kebijakan dan kondisi negara yang makin menjauh dari kepentingan publik,” kata Namora saat dikonfirmasi, dikutip Rabu (28/10/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa merusak fasilitas publik atau mengganggu ketertiban umum. Pramono menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

Namun, dia meminta seluruh peserta aksi tetap menjaga keamanan dan kenyamanan warga lainnya. “Karena Jakarta bagian dari Pemerintah Republik Indonesia, demokrasi dijalankan, saya sekali lagi mengharapkan siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta jangan kemudian merusak fasilitas publik, mengganggu ketertiban umum, dan juga melakukan anarki,” kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/10/2026).

Pramono juga berharap aparat kepolisian bersama TNI dapat menjaga situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung. Dia ingin aksi penyampaian aspirasi berjalan aman dan nyaman bagi seluruh pihak.

“Sehingga dengan demikian saya berharap betul bahwa kepolisian dibantu dengan TNI dan tentunya kita semua menjaga agar besok demonstrasi yang terjadi di Jakarta, kalau memang ada, berlangsung dengan happy-happy, nyaman-nyaman aja,” tuturnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi turut mengajak mahasiswa yang berunjuk rasa pada 28 Oktober 2026 untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Dia mengingatkan bahwa aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Karena itu, momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.“Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan dilindungi sebagai bagian penyampaian aspirasi sekaligus kontrol sosial terhadap penyelenggaraan negara,” kata Ristadi kepada wartawan, dikutip Rabu (28/10/2026).

Meski demikian, Ristadi mengingatkan agar peserta aksi tetap bertanggung jawab dalam menyampaikan tuntutan dan menjaga ketertiban selama demonstrasi. “Namun aksi tetap harus mengedepankan ketertiban, kedamaian, dan tanggung jawab dalam menyampaikan tuntutan, agar tujuan baik juga dilakukan dengan cara yang baik seperti yang juga selama ini KSPN lakukan dalam kegiatan aksi unjuk rasa,” ujarnya.

Ristadi menambahkan, peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya persatuan di tengah perbedaan aspirasi. Dia berharap generasi muda dapat menjaga semangat tersebut dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

“Apalagi tanggal 28 Oktober adalah momentum bersejarah para pemuda indonesia membulatkan tekad membangun persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda. Semangat ini harus dijaga oleh generasi muda termasuk mahasiswa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tuntasnya. (sic)