Naradaily-Polda Metro Jaya mengungkapkan, ada 26 demo hari ini, Selasa (20/10/2026). Agar masyarakat tetap bisa beraktivitas, pihak kepolisian memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, kepolisian mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari lokasi demonstrasi dan menggunakan jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas. “Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila di dalam kegiatan aktivitas harian terganggu karena ada pengalihan arus ataupun alternatif ruas-ruas jalan lainnya,” kata Kombes Budi, Selasa (20/10/2026).
Budi menjelaskan, masyarakat dapat memantau informasi terbaru mengenai pengalihan arus dan rute alternatif melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya dan TMC Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya mencatat terdapat 52 kegiatan masyarakat pada hari ini dengan 26 di antaranya merupakan aksi penyampaian aspirasi di muka umum.
Aksi tersebut tersebar di sejumlah titik strategis, antara lain Silang Selatan Monas, Tugu Tani, Tugu Proklamasi, gedung DPR/MPR, serta kawasan kementerian dan lembaga. Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran lalu lintas, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama TNI telah dikerahkan sejak pagi untuk melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas.
Dalam pengamanan kegiatan tersebut, sebanyak 9.505 personel gabungan diterjunkan. Jumlah itu terdiri atas 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta 170 personel Pengamanan Dalam (Pamdal).
Kepolisian menegaskan, personel yang bertugas akan mengawal penyampaian aspirasi agar berlangsung aman, damai, dan tertib. Pengamanan juga dilakukan dengan tetap menghormati hak masyarakat lain untuk menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjunjung tinggi keselamatan dan hak asasi manusia.
Rekayasa Lalu Lintas
Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan kawasan gedung DPR/MPR. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan, termasuk perkembangan situasi di sekitar lokasi demonstrasi.
Masyarakat yang beraktivitas di Jakarta diimbau mengatur waktu perjalanan, memantau informasi lalu lintas terkini, dan menyiapkan rute alternatif untuk menghindari kepadatan. Berdasarkan informasi kepolisian, sejumlah ruas jalan berpotensi mengalami kepadatan atau rekayasa lalu lintas apabila demonstrasi memengaruhi arus kendaraan.
Berikut daftar jalan yang perlu diantisipasi.
- Kawasan Monas dan Jakarta Pusat
Pengendara yang melintasi kawasan Monas dan sekitarnya perlu mengantisipasi kepadatan di ruas berikut:
Jalan Medan Merdeka Selatan
Jalan Medan Merdeka Barat
Jalan Medan Merdeka Timur
Jalan Perwira
Jalan Abdul Muis
Jalan Budi Kemuliaan
Jalan H Fachrudin
Jalan MI Ridwan Rais
Jalan Menteng Raya
Jalan Kebon Sirih
Jalan Majapahit
Kepadatan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perjalanan masyarakat yang melintasi pusat pemerintahan dan sejumlah ruas utama Jakarta Pusat.
- Jalan Sudirman dan Bundaran HI
Di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Jalan Jenderal Sudirman, pengendara perlu mengantisipasi kepadatan di sejumlah ruas berikut:
Jalan Jenderal Sudirman, khususnya ruas Bundaran HI-Dukuh Atas.
Jalan MH Thamrin
Jalan KH Mas Mansyur
Jalan Imam Bonjol
Jalan Bendungan Hilir
Jalan Pejompongan Raya
Jalan Penjernihan I dan II
Kawasan tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi terdampak pergerakan massa dan penyesuaian arus kendaraan.
- Kawasan Gedung DPR/MPR
Pengendara yang melintasi kawasan Gedung DPR/MPR juga perlu mengantisipasi kemungkinan kepadatan di sejumlah ruas berikut:
Jalan Gatot Subroto, khususnya di depan gedung DPR/MPR.
Kawasan Semanggi
Jalan Gerbang Pemuda
Jalan Asia Afrika
Jalan Pintu Satu Senayan
Rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut dapat diterapkan sesuai situasi di lapangan. Pengendara disarankan mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terbaru sebelum melintas.
Berikut rute yang dapat dipertimbangkan:
- Simpang Semanggi menuju Slipi dapat melewati rute alternatif di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Bendungan Hilir-Jalan Pejompongan-Jalan Letjen S Parman.
- Jalan Gatot Subroto menuju Slipi dapat melewati Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Patal Senayan-Jalan Tentara Pelajar -Jalan Letjen S Parman.
- Jakarta Barat menuju Monas dapat menggunakan jalur alternatif Jalan Tomang Raya-Jalan Suryopranoto-Lampu Merah Harmoni.
- Jakarta Selatan menuju Monas, pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif Jalan Kapten Tendean-Jalan HOS Cokroaminoto-Tugu Tani-Monas.
- Jakarta Timur menuju Monas dapat menggunakan jalur alternatif Jalan Jatinegara-Jalan Kramat Raya-Tugu Tani-Monas.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di sekitar lokasi demonstrasi. Selain itu, kepolisian juga mengimbau agar masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan apabila rekayasa lalu lintas diberlakukan.
Demonstrasi pada Selasa (20/10/2026) melibatkan mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar). Aksi tersebut digelar untuk memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Imawan mengatakan, demonstrasi direncanakan berlangsung di dua lokasi di Jakarta. Lokasi pertama adalah Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, aksi kedua dijadwalkan berlangsung di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada pukul 15.00 WIB. Rencana aksi di sejumlah lokasi tersebut membuat masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan kepadatan di kawasan Jakarta Pusat dan ruas jalan yang terhubung dengan lokasi demonstrasi.
Masyarakat yang hendak menuju kantor, sekolah, pusat bisnis, atau lokasi lain di sekitar Monas dan kawasan gedung DPR/MPR disarankan mengatur waktu keberangkatan serta menyiapkan jalur alternatif. Untuk mengetahui perkembangan terbaru selama demonstrasi berlangsung, masyarakat dapat memantau informasi resmi Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta mengenai kondisi lalu lintas serta penerapan rekayasa jalan. (sic)