Naradaily-Partai Hanura membuka peluang merekrut tokoh politik dari luar partai melalui mekanisme naturalisasi untuk memperkuat daya saing dalam memperebutkan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Perekrutan tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil survei, pemetaan daerah pemilihan (dapil), serta potensi perolehan kursi.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, partai akan menentukan strategi pencalonan berdasarkan peluang elektoral di setiap dapil. Hanura mempertimbangkan calon anggota legislatif dari kader internal maupun tokoh eksternal yang direkrut melalui mekanisme naturalisasi.
“Ketika di dalam survei itu mengatakan Hanura punya potensi untuk dapat kursi, tinggal kami mencari caleg. Apakah caleg internal atau dikombinasi antara internal dengan naturalisasi itu,” kata Rio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Rio dalam konsolidasi nasional Hanura di Makassar, Rabu (21/10) malam. Menurut dia, naturalisasi menjadi salah satu opsi dalam menentukan calon anggota legislatif yang akan diusung, dengan tetap memperhatikan kekuatan kader internal dan potensi elektoral di masing-masing dapil.
Rio menegaskan, perekrutan tokoh politik harus dilakukan secara terukur. Partai perlu memetakan peluang perolehan kursi terlebih dahulu sebelum menentukan figur yang akan direkrut untuk memperkuat pencalonan.
Ia juga mengingatkan bahwa penguatan figur harus berjalan beriringan dengan pembenahan struktur organisasi dan konsolidasi kader. Dengan demikian, keberlangsungan partai tidak hanya bergantung pada popularitas seseorang.
“Hanura itu tidak boleh juga membesarkan partai ini tergantung pada figur orang. Ketika orangnya pergi, partainya kempes. Tapi kalau partainya terjaga, figur keluar masuk itu tetap suasananya akan terjaga,” ujarnya.
Konsolidasi nasional tersebut diikuti pengurus DPD, DPC, serta anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kunjungan ke provinsi tersebut merupakan agenda konsolidasi ke-24 Tim Task Force DPP Hanura.
Di Sulawesi Selatan, Ketua DPD Hanura Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki mengatakan pihaknya telah memantau sejumlah tokoh potensial dan melakukan pendekatan untuk mengajak mereka bergabung dengan partai.
“Mana kira-kira kader-kader yang bisa kita naturalisasi. Itu kan sudah berjalan, dan kami sudah proses pendekatan secara kekeluargaan agar bisa saya yakinkan untuk bergabung dengan partai,” ujarnya.
Andi Muhammad menjelaskan, penjaringan tokoh potensial merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
Saat ini, Hanura Sulawesi Selatan memiliki satu kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan 20 kursi di DPRD kabupaten/kota. Partai tersebut berharap dapat meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang melalui penguatan struktur organisasi dan perekrutan figur potensial.
Sementara itu, Rio menyebut Hanura menargetkan perolehan satu hingga dua kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029. Target tersebut akan diupayakan melalui penguatan mesin politik dan penyelesaian kepengurusan partai hingga tingkat kecamatan.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029, DPD Hanura Sulawesi Selatan menargetkan pembentukan kepengurusan pengurus anak cabang (PAC) di seluruh kecamatan dapat rampung dalam waktu sekitar enam bulan.