Naradaily-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan kritik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh digunakan untuk merusak persatuan. Sebaliknya, persatuan juga tidak boleh dijadikan alasan untuk meredam perbedaan pendapat.

Menurut Muzani, persatuan harus terus dirawat dari hari ke hari melalui keadilan, keteladanan, dialog, serta rasa saling percaya di tengah masyarakat.

“Karena itu, menjaga persatuan berarti menjaga keadilan,” ungkap Muzani saat menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Muzani mengutip falsafah Jawa yang mengingatkan seluruh pihak untuk menerapkan prinsip Nglurug Tanpo Bolo, Sekti Tanpo Aji-aji, Sugih Tanpo Bondho, Menang Tanpo Ngasorake.

Falsafah tersebut memiliki arti berjuang tanpa membawa massa, sakti tanpa jimat, kaya tanpa harta, dan menang tanpa merendahkan atau mempermalukan pihak lain.

Muzani mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan yang meninggalkan luka bagi saudara sebangsa. Menurutnya, kemenangan yang sesungguhnya adalah kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghina, merundung, ataupun mempermalukan pihak lain.

“Kemenangan sejati, lanjut dia, merupakan kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan, tidak menghina, tidak merundung, dan tidak mempermalukan mereka yang berbeda pandangan.”

“Pesan ini lah yang harus kita pegang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Muzani juga mengharapkan seluruh pihak tidak membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia. Menurutnya, perbedaan dalam kehidupan politik harus tetap ditempatkan dalam kerangka persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Dengan demikian, kata dia, perbedaan politik tidak selayaknya merusak persahabatan, memecah keluarga, ataupun menanamkan kebencian di antara masyarakat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Muzani dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang digelar pada Jumat. Agenda kenegaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sidang tersebut salah satunya mengagendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pidato Presiden, pemerintah juga menayangkan video mengenai capaian kinerja pemerintah. Sidang tahunan tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. (kom)